:: KAT ::

   

.
 
Polling

:: POLLING

Apakah saat ini fungsi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil sudah berjalan dengan semestinya?
Sudah
Belum
No Comment

[ Lihat Hasil ]


 

[ Versi Cetak  [ Download ]      

 

24-Nov-2004
PERLUNYA PENINGKATAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke - IV tercantum tujuan
negara yang salah satu diantaranya adalah untuk memajukan kesejahteraan
umum. Pengertian yang lebih rinci lagi tentang tujuan negara tersebut yaitu
untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Untuk mewujudkan kesejahteraan umum atau mencapai masyarakat adil
dan makmur terscbut negara kita harus membangun. Membangun dalam affian
tidak hanya membangun dari bentuk fisiknya saja, tetapi membangun secara
keseluruhan yang dikenal dengan sebutan membangun manusia Indonesia
seutuhnya. Dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, salah satu
problematika yang paling dominan adalah rendahnya taraf kehidupan dari
pada masyarakat Indonesia, istilah ini lebih dikenal dengan istilah kemiskinan.
Untuk menangguiangi masalah diatas, telah banyak usaha yang telah oleh pemerintah, namun masalah kemiskinan tetap merupakan masalah nasional. dan merupakan program nasional pula untuk mengentaskannya.

Dari berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, secara macro dapat
dikatakan bahwa negara kita telah sukses dalam upaya mengentaskan
kemiskinan tersebut. Namun dibalik itu ternyata angka kemiskinan yang
lerdapat pada sctiap daerah masih belum dapat ditekan sampai yang sekecil-
kecilnya, bahkan angka kemiskinan tiap penduduk masih kelihatan mencolok pada setiap daerah. Dan hal ini juga menimbulkan kesenjangan yang semakin jauh. Dan yang paling mencolok adalah kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan ini juga terlihat jelas antara masyarakat yang tinggal di pedesaaan dengan masyarakat yang tinggal di dareah perkotaan. Dan kesenjangan ini juga terjadi di daerah perkotaan antara masyarkaat yang tinggal di daerah kumuh dengan masyarakat yang tinggal di daerah elite, apalagi bila kita bandingkan dengan komunitas adat terpencil sangat jauh tertinggal.

Oleh Prof. Mubiyanto yang pernah menjadi salah satu Asisten Ketua Bappenas Urusan Pemerataan dan Kemiskinan dinyatakan bahwa jumlah orang miskin di Desa 2 x lipat dibanding dengan mereka yang tinggal di kota.

Pendapatan masyarakat kota juga jauh lebih besar dari pada pendapatan masyarakat desa. Dan pertumbuhan pendapatan penduduk kotapun jauh lebih pesat ketimbang penduduk yang berada di desa, dan disebutkannya masih adanya jarak kesenjangan yang mencolok antara penduduk yang berada di desa dengan penduduk yang berada di kota.''

Dalam hal ini peningkatan pendidikan dan kesehatan adalah merupakan suatu masalah karena pendidikan dapat merubah semua sendi kehidupan manusia sedangkan kesehatan dapat menjadi tolok ukur kualitas mereka karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan dan pendidikan merupakan kerja sama yang dapat secara efektif dan efisien
1 Majalah Berita Mingguan "Tempo" No. 11 tahun XXI11, 15 Mei 1993 hal. 21
meningkatkan kualitas manusia. Untuk mewujudkannya perlu dibantu oleh pemerintah pusat dan daerah dan pihak lain untuk merumuskan dan melaksanakan kegiatan dalam mencapai tujuan yang dikehendaki bersama
untuk memberdayakan komunitas adat terpencil.

B. Ruang Lingkup Masalah

Ruang lingkup masalah dalam penulisan ini adalah segala bentuk kemiskinan dan kesenjangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat komunitas adat terpencil.
Selanjutnya sejalan dengan topik masalah diatas maka rumusan masalahnya ditetapkan sebagai berikut:
1. Apakah benar kegiatan atau upaya yang dilakukan oleh pemerintah yang berkaitan erat dengan inovasi kesehatan dan pendidikan dapat mengentaskan kemiskinan yang ada pada masyarakat adat terpencil.

2. Bagaimanakah peran pendidikan dapat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan yang terdapat ditengah-tengah masyarakat serta kesenjangan yang terdapat antara masyarakat kota dan masyarakat pendesaan terlebih pada komunitas adat terpencil.

3. Apakah pengaruh kesehatan dan pendidikan yang dilakukan bisa dvterima mereka.

BAB II

PERANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN DALAM UPAYA
MENGENTASKAN KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
KOMUNITAS AD AT TERPENCIL

A. Pengertian Kemiskinan

Dalam istilah kemiskinan, banyak pengertian yang telah dirangkum dari banyak pakar. Diantaranya adalah yang diungkapkan oleh Benyamin White, "yang dimaksud dengan kemiskinan adalah tingkat kesejahteraan masyarakat terdapat perbedaan kriteria dari satu wilayah dengan wilayah lain".

Dan menurut M. Jauhari Wira Karta Kesuma, "kemiskinan adalah tentang adanya pertambahan kesejahteraan penduduk di kota yang terus meningkat, sementara penduduk yang berada di pedesaan relatif stabil ataupun menurun serta belum terlihat kecenderungan untuk membaik."

Pengertian lain disampaikan oleh Prof. Mubiyarto menyebutkan bahwa pengertian kemiskinan tersebut adalah rendahnya taraf kehidupan suatu masyarakat baik yang berada di pedesaan maupun yang berada di daerah perkotaan.

Dari pengertian diatas dapat disebutkan bahwa kemiskinan tersebut secara global dapat disebutkan :
"Kemiskinan adalah rendahnya nilai tatanan kehidupan di suatu daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaaan, baik yang menyangkut maslaah moral, materil maupun spirituil".2)

2) Dr. Taliziduhu Ndraha, Materi Pokok Pembangunan Masyarakat Adpe 4330. Modul 1-9. Penerbit Komunika, Jakarta 1986, hal. 41-45.

B. Pengertian Kesenjangan

Kesenjangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah disebabkan oleh adanya perbedaan yang mencolok antara satu individu dengan individu yang lain. Atau antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain.

Perbedaan itu antara lain misalnya antara si kaya dan si miskin atau antara si pintar dan si bodoh. Yang mana perbedaan itu kelihatan mencolok dan menimbulkan masalah dalam penanganannya.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada kesenjangan tersebut adalah "jarak" yang terjadi ditengah-tengah masyarakat disebabkan oleh perbedaan status sosial, maupun status ekonomi yang ada ditengah-tengah masyarakat^.

C. Peranan Pendidikan Daiam Upava Mengentaskan Kemiskinan dan Kesenjangan

Seperti telah dikemukakan pada bab terdahulu, bahwa proses pendidikan adalah merupakan proses rangkaian mentransfer pengetahuan penyelenggaraan kegiatan atau proses penyelenggaraan kegiatan hendaklah yang dilakukan berbagai pihak melalui kerja sama dengan harapan seefektif dan seefisien mungkin oleh sekelompok manusia yang disebut pendidik dalam rangka untuk mencapai tujuan yang dikehendaki bersama.

> Ibid, hal. 2 kel. 49.

Adapun tujuan pendidikan di Indonesia tersebut secara global adalah untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Dalam mencapai tujuan negara tersebut, maka aparatur pemerintah telah berupaya untuk menjalankan berbagai macam program kegiatan, yang dimulai sejak mulai masa orde baru sampai sekarang ini. Program kegiatan ini sering disebut dengan istilah membangun.

Dalam membangun, seperti apa yang dikemukakan oleh Michael P. Todare dalam bukunya Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga mengatakan:

"Dalam membangun baik fisik realita maupun perasaan pemikiran yang dimiliki oleh masyarakat melalui beberapa gabungan proses sosial, ekonomi dan institutional mencakup usaha-usaha untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Untuk mencapai kehidupan yang lebih baik ini haruslah mempunyai sasaran yang harus dicapai diantaranya : meningkatkan persediaan dan memperluas pemerataan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan untuk bisa hidup misalnya makanan, perumahan, kesehatan dan perlindungan. Mengangkat taraf hidup termasuk menambah dan mempertinggi penghasilan memperluas jangkauan ekonomi dan sosial bagi semua individu dan nasional dengan cara membebaskan dari sikap budak dan angka ketergantungan"

4) Bertitik tolak dari uraian di atas maka peranan pendidikan dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinana dan kesenjangan ini, haruslah mempunyai program-program yang dapat membangkitkan semangat dan menumbuhkan tekad mereka untuk merubah keadaan menjadi yang lebih baik.

5)Disamping itu pembangunan pedesaan dan kawasan regional terutama komunitas adat terpencil yang program pengembangan kawasan

4) Michael P. Todaro, Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Ghalia Indonesia, tahun 1983, hal. 128.

^ Prof. Dr. HAR. Tiiaar, MSc, Ed, Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Strategi Repormasi Pendidikan Nasional. Penerbit Rosila Karya, Bandung, 1999, hal. 7.

tersebut harus terpadu, terus ditingkatkan. Program-program yang telah dilaksnakan dan dberjalan selama ini perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan memberikan perhatian dan penanganan yang serius sehingga keberhasilan dan efektifitas jangkauannya bagi si miskin tidak semata-mata tergantung pada adanya dana atau adanya peningkatan dana anggaran pembangunan.

Para aparatur daerah setempat dimana terdapat komunitas adat terpencil harus lebih meningkatkan partisipasinya dibantu pemerintah pusat dengan diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan keadaan wilayahnya, dan memulainya dari bawah yang dimulai dari tingkat RT/RW di wilayah daerah masing-masing yang dekat dengan mereka.

Disamping itu upaya yang paling utama untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan yang terjadi ditengah-tengah warga negara Indonesia adalah dengan meningkatkan keadilan dan pemerataan pembangunan bagi seluruh wilayah, baik itu pembangunan jalan, kesehatan, pendidikan maupun dalam bidang lapangan pekerjaan.

Dan disamping pentingnya program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang efektif dan efisien mengurangi masalah kemiskinan, yang tidak kalah pentingnya adalah program pengawasan atas pelaksanaan proyek khusus pengentasan kemiskinan tersebut, agar benar-benar sampai ke desa miskin terutama satu kelompk masyarakat terpencil ini.

Namun pelaksanaan pendidikan kepda komunitas adat terpencil di Indonesia banyak memiliki kendala karena memiliki lokasi jauh di pedalaman, bersifat masyarakat tertutup dan kesulitan komunikasi bahasa.

Untuk itu pemerintah daerah melalui program pendidikan dapat ..... masyarakatnya melalui pendidikan yang melibatkan berbagai pihak, yaitu Departemen Pendidikan, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Pemda setempat, sukarelawan dan masyarakat sekitar melalui kegiatan secara terpadu ini akan mencepat lajunya karena mereka dapat melihat contoh konkrit kemajuan yang ada.

6)Pendidikan yang diberikan kepada komunitas adat terpencil harus berbeda tidak sesuai dengan pendidikan formal, dan hendaklah dimodifikasi bila perlu lebih menjurus pada pendidikan keterampilan (life skill). Hal ini penting akibat keberadaan mereka yang sangat polos, dan lambat menerima kemajuan.
Pendidikan keterampilan yang ada juga harus mengambil nilai-nilai budaya yang positif yang patut dikembangkan seperti ukiran pada masyarakat Irian, kerajinan Mote pada suku di Kalimantan, menyamak kulit dan lain-lain, dapat kita angkat sebagai model bila perlu dimodifikasi sehingga lebih mengandung nilai seni, lebih halus, lebih tahan lama.
Sehingga laku dijual di pasar domestik dan internasional. Melalui pendidikan juga mereka secara lambat tapi pasti akan berubah menuju kemajuan, semoga.
Mengapa pendidikan jadi solusi mengingat data BPS tingkat buta huruf di Indonesia sangat tinggi. (Lihat data dibawah)

6) Engkoswara, Lembaga Pendidikan Sebagai Pusat Pembudayaan. Hidup Harmoni di Keluarga. Yayasan Amal Keluarga, 2002, p. 77
[Otolnh dert h»iH 9u-V«l aotljl Ekonuml NmlodQI (Euaenas) 2002 dan 20031 Bnedon the XOg tndSQOSNtttonal Socfo Economic Sui

Sedangkan perlunya tingkat kesehatan mereka perlu mendapat perhatian mengingal kondisi dan keberadaan mereka bila mereka sakit hanya memanfaatkan daun-daunan atau obat tradisional. mereka belum bisa menerima pengobatan secara modern. Untuk itu dibutuhkan penyuluhan kesehatan melalui pendidikan. Jadi kedua unsur sangat terkait dengan erat, hal inilahyangmenyebabkansayamemilihjudul sesuai untuk lomba ini.
' BPS. Statisrik Indonesia (Statistical Year Bpok^f Indonesia2003 JCatalpg) BPS 1401, hal. 115

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Perlunya peningkatan kesehatan dan pendidikan karena efektif dapat membawa perubahan kemajuan bagi seseorang ataupun kelompok masyarakat, mengingat keberadaan komunitas adat terpencil pendidikan yang diberikan adalah yang membina kecakapan hidup dan dilakukan secara non formal.

2. Dalam melaksanakan roda pemerintahan hendaklah sungguh-sungguh melaksanakan pembangunan di segala bidang dan disetiap wilayah dengan adil dan merata termasuk kepada komunitas adat terpencil.

3. Kemiskinan dan kesenjangan yang terjadi di wilayah Republik Indonesia, merupakan tugas dari aparatur pemerintah dengan semua lapisannya untuk dapat ditanggulangi secepatnya.

4. Karena itu upaya untuk mengentaskan kemiskinanan dan kesenjangan yang ada pada setiap wilayah Indonesia dapat dijadikan sebagai program Nasional dan menjadi titik berat pembangunan melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan.

5. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan tersebut, disamping terus melaksanakan program terdahulu program-program tersebut harus lebih ditingkatkan dan terus diperhatikan.

6. Disamping itu harus terus memberikan perhatian dan pengawasan yang
serius guna untuk mcnumbuhkan scmangat dan mental rakyat miskin
untuk membangun dan tidak menjadi masyarakat yang bergantung pada
program. :

7. Pembangunan juga harus adil dan merata, tidak harus dimonopoli oleh satu daerah atau wilayah tertentu saja sehingga tidak menimbulkan kesenjangan dan tidak terjadi kelompok masyarakat suku tertentu saja tetapi hendaklah scmua kelompok masyarakat yang icrpaksa hidup dalam kemiskinan, karerta ketertinggalan mereka akbiat budaya dan ekonominya,

B. Saran-Saran

Dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Untuk Icbih ditingkatkannya penyuluhan dan pembmaan kepada segenap lapisan masyarakat komunitas adat terpencil pada setiap kesempatan, guna mcnumbuhkan semangat dan mental yang kuat dalam merubah hidup kearah yang lebih baik.

2. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu dan mandiri scrta mempunyai mental dan sikap yang baik, dan merupakan modal dalam hal penanggulangan kesenjangan dan kemiskinan dibutuhkan peningkatan kesehatan dan pendidikan.

3. Kepada tenaga edukatif yang bertugas membantu komunitas adat terpencil tentu sangat berperan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas agar selalu dapat memberikan bimbingan dan motivasi kepada peserta didiknya.
Agar kelak dapat menjadi insan yang mampu mandiri beriman dan bertaqwa dan merupakan modal dasar untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan dalam menuju cita-cita negara yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.


.

 
 

:: BOTTOM ::

Copyright 2003 DIT PKAT - DIRJEN DAYASOS - DEPSOS R.I All Rights Reserved  
Best viewed with Internet Explorer 5.0 or higher above at 1024 x 768 screen resolutions  
Kontak Kami | Login System